DIMANA ILMU HUKUM UIN BANDUNG? 

DIMANA ILMU HUKUM UIN BANDUNG? 

Karya : Ana Herlina

Sebuah kekecewaan menggeludak dari Mahasiswa Ilmu Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung, pasalnya mencuatnya fenomena jurusan tidak dianggap di dalam Program Akademik Strata 1 UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2 Periode yakni 2016/2017 dan 2017/2018.
Mengapa hal itu bisa terjadi? Mungkinkah semua itu karena kesalahan pengetikan?
Manusiawi memang ketika kesalahan dalam pengetikan, namun kesalahan pengetikan dapat dilihat dari sebuah penulisan. Jika memang kesalahan dalam penulisan mungkin nama ilmu hokum, atau ilmu hokim, atau ilmu hikim ditulis dalam rincian program studi Fakultas Syari’ah dan Hukum. Hal itu masih bisa di maklum, karena memang kesalahan bisa terlihat bukti realnya bahwa keberadaan ilmu hukum itu ada di salah satu program studi Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sayangnya hal tersebut hanya angan-angan dalam sanubari yang terlanjur compang camping.
Sebuah bukti, yakni buku Pedoman Akademik yang angkatan 2016 dan 2017 menjadi saksi bisu kekecewaan mahasiswa ilmu hukum. Karena memang tidak bisa di bantahkan lagi pada halaman 8 buku tersebut yang memampang nama-nama program studi di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung yang tidak mencantumkan nama program studi Ilmu Hukum.

  

Dan jikapun hal tersebut memang sebuah kesalahan dalam penulisan hendaknya cukup pada satu kesalahan di satu buku pedoman akademik. Seharusnya pihak yang bersangkutan dalam pembuatan buku pedoman akademik bisa lebih teliti, memperhatikan kembali dalam menyusun naskah pedoman akademik supaya memang hal tersebut tidak terulang dan bisa dikatakan layak. Kecuali memang dalam pembuatannya hanya mementingkan benefit dalam bisnis anggaran kampus khususnya dalam fasilitas Mahasiswa Baru (MABA) yang mengikuti Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) yang dahulu bernama Orieantasi Pengenalan Akademik (OPAK).
Terkesan sederhana, tapi hal tersebut menjadi sebuah genderang yang membuat kekecewaan yang amat dalam di kalangan mahasiswa Ilmu Hukum. Apalagi pasca ditolaknya pengajuan Fakultas Hukum beberapa tahun silam yang terus menderu-deru. Seperti luka lama yang kembali di suat, seperti halnya pepatah mengatakan “sebuah kesalahan hanya bisa di maafkan, dan belum tentu bisa dilupakan”.
Harapan mahasiswa Ilmu Hukum adalah permohonan maaf, dan klarifikasi atas kekeliruan ini. Karena bagaimana pun hal tersebut berpengaruh pada eksistensi dan akuntabilitas jurusan Ilmu Hukum yang ada di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Dan apabila hal tersebut terulang kembali, maka tuntutan Mahasiswa Ilmu Hukum untuk berdirinya Fakultas Hukum akan digulirkan kembali.

FAKULTAS HUKUM HARGA MATI

(Ruang Redaksi)

BIODATA PENULIS

Nama : Ana Herlina
Tempat, Tanggal Lahir : Pangandaran, 09 Maret 1997
Jurusan : Ilmu Hukum
Semester/Kelas : VI/A
Asal : Pangandaran
Kegiatan : Menulis, Blogger, aktif di Alam Jabar
Qoute : “Menulis atau mati”